Usaha percetakan tanpa Modal!

23 September 2008 pukul 04:10 | Ditulis dalam Tak Berkategori | 32 Komentar

Pada waktu SMA kelas II saya jualan. Waktu itu barang-barang yang saya jual semuanya tidak menggunakan modal. Seperti halnya pada saat jualan baju, sepatu, kopi gula, dll, pada waktu itu kebetulan ada teman yang minta tolong untuk menjualkan barang-barang tersebut. Ya namanya juga menjualkan barang punya orang, tentu saja untungnya sangat sedikit.. Hingga semester II (tahun 1998) saya masih jualan sambil bekerja di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Jl.Jakarta 28 Bandung.

Hikmah ketempuhan. Lama kelamaan kondisi itu membuat saya jenuh. Selain karena untungnya kecil, waktu saya juga sangat terbatas, karena malam hari sepulang bekerja harus pergi kuliah. Dengan demikian waktu untuk berdagang nyaris tidak ada.

Di tempat bekerja setiap tahunnya selau mencetak brosur. Suatu saat pihak percetakan yang kami percayai ‘menghilang’ begitu saja. Pihak kantor menyerahkan sepenuhnya kepada saya, walaupun (biasalah) ada saja yang bernada miring mengenai order di kantor saya ini.

Wah, ketempuhan neh! Tapi biarlah, saya pikir ini ada hikmahnya. Sejak itu saya mulai bertanya-tanya mengenai percetakan dari Nol. Waktu itu saya hanya membawa file hasil desain saya, dengan kondisi ukuran desain yang sama sekali tidak presisi, yang penting asal beres saja. Dengan belum adanya pengalaman, tentu banyak yang menertawakan saya ketika ditanya oleh pihak percetakan, “Mana plate atau Film-nya Pak?” dan saya menjawabnya dengan kata-kata, “Tidak tahu Pak!”

Saya benar-benar tidak tau pada saat itu. Akhirnya saya diberitahu mulai dari proses awalnya. Mulai dari mendesain, area cetak, membuat film, membuat plate, hingga proses mencetak dan memotong bahkan finishing lainnya seperti emboss, poil, UV, Spot UV, Pond dan lain-lain yang berkenaan dengan percetakan.

Pernah Rugi. Order pertama memang untungnya tidak seberapa, bahkan pernah mengalami rugi juga. Karena dari sebuah kesalahan, bisa berakibat fatal dalam percetakan. Ukuran desain produk berpengaruh terhadap jumlah produk cetak untuk setiap 1 plano-nya. Kesalahan pada ukuran desain juga bisa berdampak pada proses cetak, misalnya dalam penentuan jenis mesin cetak, karena setiap mesin cetak biaya cetaknya berbeda-beda. Persaingan percetakan yang kian ketat mengakibatkan harga sebuah produk cetak makin bersaing pula. Maka dalam bidang apa-pun sebaiknya ketelitian sangat diutamakan. Terlebih dalam bidang percetakan, sebuah produk yang tidak bisa diralat di tengah proses produksi, kalau keuntungan tidak sampai beberapa kali lipat dan terjadi kesalahan, maka biaya penggantian atas kesalahan percetakan harus dimulai dari awal lagi, dan itu biayanya besar sekali.

Tanpa Modal . Dengan kebiasaan dan pengalaman mendapat order sedikit apapun, lama-lama saya sedikitnya bisa ‘terbentuk’ sebuah ‘pola’ atau ‘gaya bisnis’, atau pada saat transaksi menentukan harga, cieeeee. Berdasarkan pengalaman, saya sarankan sebaiknya untuk bisa mempelajari dulu segala biaya-biaya yang diperlukan untuk sebuah proses produksi percetakan, hingga akhirnya bisa menentukan harga satuan produknya. Dengan demikian kita bisa menentukan besar biaya Uang Muka Minimal yang harus dibayar kepada kita. Ingat, usahakan besar biaya itu harus sudah bisa menutupi hingga akhir proses cetak. Misalnya harga bahan (kertas), film, plat dan proses cetak harus sudah ter-cover oleh Uang Muka tadi, sehingga pada saat pembayaran berikutnya Anda tinggal menikmati keuntungan (laba), itu yang selama ini saya lakukan.. dan walaupun misalnya si konsumen tiba2 membatalkan karena sesuatu hal yang masuk akal (atau atas hasil keputusan kedua belah pihak), kita pun tidak rugi.

Nah, itu hanyalah pengalaman saya yang saya akui masih Nol Besar. Bagi yang sudah berpengalaman, mohon saran-saran dan petunjuknya, terima kasih, semoga bermanfaat😉

32 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. boleh juga…

    tapi tadi agak kesulitan buat nulis komentar…
    dimana gitu…
    sempat nyari-nyari..

  2. huummm.. ntar siang gw dipanggil direktur, interview kali. mau dipindahin ke bagian pemasaran,sebelumnya gw di bagian pracetak. gw kerja di salah satu percetakan terkemuka di sumatera (weekzz..).tulisan Anda cukup memotivasi!! tks

  3. wadooh jadi malu neh, he3x. Iya sayah teh belum bisa banget bikin blog, belum rapih.. Makasih ya Must Heru123 dah mo mampir😉
    .
    Juga buat Mbak Gita, makasih banget. Boleh lah kita berbagi pengalaman…🙂

  4. Halo… mengapa nggak diajarkan sedikit tutorial mungkin hehehe🙂 (maunya)

  5. Tutorial? he3x jadi malu neh. Tapi udah ada kok artikelnya, namanya Tutorial Cetak, cuma saya belum tau banget isinya apa aja yang harus disampaikan, ya seadanya lah dan penyajiannya juga tidak sistematis, he3x ting!

  6. Wah… pengalaman yang sangat berharga. Awal dari kerja keras dan disertai kesabaran. Akhirnya jadi berhasil.

    Saya juga jadi tertarik untuk belajar desain neh. Hehehe..

    Moga maju terus yah…

    Wassalam

  7. Makasih ya Mas Dedy Gunanto atas apresiasinya. Sebenarnya saya biasa saja seh, belum sampai posisi yang diharapkan. Jumlah orderannya juga belum banyak-banyak amat, he3x.
    Namun yang saya rasakan, menikmati hasil yang ada, itu jauh lebih terasa bisa membuat hati bahagia walau sekecil apapun, yang penting hasil jerih payah, kerja keras dan tetap berdo’a..
    Ehm2x jadi malu neh…😉

  8. Saya juga menjalani seperti yang adek jalani; bahkan posisi saya sebagai PNS amattt sangatt terbantu dengan pola bisnis yang saya buat ini sebagai bisnis sambilan, maklumlah gaji PNS khan udah ketauan gitu loh. Jadi alhamdulillah saya terbantu sekali!!! Bravo selamat berbisnis ria!!!!!!

  9. @ Bpk Ollawin

    Iya pak, sudah saatnya warga bangsa kita berwirausaha, tidak tergantung pada seseorang/ instansi. Seperti yang dicita2kan Dinas Pendidikan, bahwa selama ini perguruan tinggi swasta di Indonesia rata-rata misinya Menyiapkan Lulusan Siap Kerja. Kalau lulusan siap kerja berarti siap nambah pencari kerja (pengangguran) setiap tahunnya. Maka Dinas Pendidikan mengubahnya menjadi: Menciptakan mahasiswa yang siap berwirausaha sebelum lulus, dengan PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) melalui tiap Kopertis di seluruh Indonesia.
    Terimakasih pak apresiasinya, salam buat keluarga🙂

  10. kebetulan saya juga lagi pengen mulai usaha percetakan dan ngga punya banyak modal…
    Saya bisa mendesign sedikit-sedikit, menurut Bapak sebaiknya apa yang harus saya lakukan sebagai langkah pertama memulai bisnis percetakan??
    Terima kasih atas indonya…

  11. to Ivana
    di tempat.
    Terimakasih sebelumnya sudah berkunjung🙂
    Kalo menurut saya, apa yang pernah saya alami, begini: Kalau kita “pede”, bolehlah coba2 terima order kecil2an, misalnya cetak foto (pake printer biasa, bukan pake mesin percetakan). Lalu meningkat terima cetak kartu nama, atau bisa cetak kartu nama sendiri dulu. Selanjutnya bisa memberanikan diri untuk cetak kop surat, undangan dll. Tentu saja selain bisa desain, Ivana harus memberanikan diri bertanya2 ke tempat pembuatan film dan plat juga tempat percetakan.
    Memang dalam percetakan dituntut ketelitian berhitung, seperti yang pernah saya jelaskan pada jawaban atas pertanyaan sejenis. Ujung2 dari ketelitian itu agar kita tepat untuk menentukan ukuran bahan yang harus dipotong, jumlah bahan yang harus dibeli, dan penentuan jenis mesin cetak yang sesuai.
    Tentu tidak akan sekaligus bisa, sambil jalan lah. Sekarang, boleh coba sambil promosi. Kalau misalnya ada pesanan, terima saja dulu. Kalau kewalahan, bisa tanya langkah berikutnya kepada siapa saja, saya rasa dengan memberanikan diri seperti itu akan menambah pengalaman dengan sendirinya. Nah, disitu barulah kita bisa berkata bahwa pengalaman itu ternyata memang guru yang paling utama, he3x😉
    Sementara itu dulu, mudah2an tidak puas, sehingga bisa bertanya lagi dan bertambah ilmu-nya. Salam ya buat keluarga🙂

  12. ne saya terinspirasi mau usaha potong kertas kecil2an, ukm gitu, he..
    gimana mulainya pak, makacih

  13. To Agus

    Makasih dah mampir😉
    Menurut saya seh begini: tentu harus survey dulu ke produsen2 kertasnya, ya kalo sudah ada, bagus, tinggal mikirin yang lainnya.
    Kalo semuanya sudah terukur, seperti tempat strategis dll, sepertinya bisa segera dimulai, tinggal mikirin beli mesin potongnya.
    Kalo prospeknya bagus, segera saja Mas, takut ada yang nge-duluin, ntar nyesel, he3x. Tapi tetep lho harus berdasarkan pertimbangan yang matang, ajak orang terdekat untuk bermusyawarah..
    Punten lho Mas kalo jawabannya kurang memuaskan, karena untuk masalah mesin potong sendiri saya kurang begitu hafal. Insya qjjl saya akan membantu cari informasi yg mudah2an bisa membantu. Salam ya buat keluarga🙂

  14. saya termotifasi untuk usaha cetak2, lagi nganggur nih minimal pengen jadi tukang setting photoshop n illustrator lagi latihan. udah punya comp scanner printer infus mohon saran saran untuk langkah awal usaha thanks
    adi Tangerang

  15. buat Must Adi
    di tempat.

    Saya rasa tips2-nya sudah lengkap, ada di “Tips Memulai Bisnis Percetakan”. Untuk singkatnya saya kupas sedikit, mudah2an membantu:
    1. Mulai promosi kecil2an, misalnya ke temen, saudara dll apa2 yg bisa kita buat, misalnya kartu nama, cetak pasfoto, ID Card, dll.
    2. Kalo ada orderan walaupun kecil, usahakan jangan menolak, terima aja. Khan namanya juga memulai usaha, ya itung2 promosi lah.. Lalu, sebaliknya kalo ada order rada besar dan belum bisa dikerjakan, terima saja dulu. Cepat2 hubungi temen2/orang yg bisa mengerjakan dengan kualitas baik, sementara makloonkan saja dulu selama kita belum bisa menangani sendiri.
    3. Jangan lupa Perhitungan Biaya Produksi yang matang. Jangan sampai order besar tapi kita rugi besar. Kalkulasikan dulu segala biaya, sampai ketahuan benar biaya total produksi per produknya. Saya sendiri tidak memahami betul secara teoritisnya, yang saya tau, ini semua perlu praktek, lama kelamaan juga bisa menghitung dengan baik, he3x..
    4. Sebenarnya masih banyak teori2 lain, mohon mencari lagi ya biar matang betul, he3x. Mohon maaf atas kekurangannya..

  16. sama bos…
    ak jg pernah meraskan cpk bngt rasanya…
    klo bisa buaat artilek cara cetak di kertas art paper

    • @ Putra
      maaf baru dibalas.
      Untuk artikel dimaksud, sudah saya bahas sedikit di Tutorial Cetak.
      Terimakasih ya..😉

  17. weh hampir sama dong pengalamannya … pernah juga gagap waktu peralihan dari manual printing ke digital printing … he he

  18. saya senang bisa masuk disini,saya ditempatkan di PPIC salah satu percetakan diBandung,jujur saja saya ga ada dasar untuk itu,hanya berani nyoba,selama ini belum begitu banyak kendala yang saya alami.Tapi satu hal yang agak ribet untuk bisa kontrol harga kertas dengan berbagai jenis dan ukuran gimana ya ? ada cara mudah ga ? selama ini saya menghubungi Venndor2 yang memang jadi relasi tetap,tapi ga efektif juga.Ada yang bisa bantu ga ? thanks ya.

    • Punten baru dibalas.
      Memulai suatu hal yang baru memang biasanya akan terasa sulit. Tapi kalau kita sudah menguasai sesuatu itu, maka kita akan berkata, “ternyata tidak ada apa2nya ya..”.
      Tapi bukan berarti saya menganggap mudah persoalan ini. Mulailah dari yang termudah mendefinisikan, mengklasifikasikan dan akhirnya mengkalkulasikan. Bisa bertanya ke teman kerja yang lebih senior, atau mohon info update tentang harga kertas.
      Jika memang masih sulit, semua formula bisa dialihkan ke alat bantu seperti komputer dengan membuat program sederhana sekalipun di Excel misalnya.
      Tentu jawabannya tidak memuaskan, mohon mencari referensi lain yang jauh lebih membantu. Ok, mohon maaf dan terima kasih ya atas kunjungannya..

  19. Tolong

    Saya mau buka usaha percetakan ,
    Kiat-kiat apa yang harus saya mulai , untuk memulai bisnis ini?

    Rgds
    Dwie

  20. mohon maaf baru dibalas😉
    karena pertanyaan nya sudah pernah disampaikan oleh rekan lain, dengan sangat hormat untuk membaca lagi artikel “TIPS Memulai Bisnis Usaha Percetakan” di atas. Nuhun🙂

  21. Mantap gan…sy juga sperti agan, memulai usaha percetakan dgn modal Rp.PINJAM,-..Smoga sukses buat agan.. Aku lagi coba cari kontrakan ni…kapan2 share cara bikin plat DD ya gan… thaks…

  22. mas …, saya punya kios foto copy saya mau bikin percetakan tanpa peralatan cetak , apa ada percetakan yang bisa kerja sama dengan saya di medan kalau ada tolong kasih alamatnya ya mas kalau beli blanko undangan kosong dimana ya mas……….E-mail saya mastoek@gmail.com makasih sebelumnya mas.
    salam sukses

    mastoek

    • …di Bandung banyak, cuma musti komunikasi langsung deh sama ybs hehe. Sementara search aja di Google ttg undangan blanko di Bandung, lalu hubungi satu2😉

  23. nice info , thanks sudah berbagi
    Ad/08122028671

  24. memulai usaha harus diajarkan semenjak masih muda, dari pengalaman penulis kita dapat mengetahui perjalanan bisnis sukses juga dibarengi dengan proses yang harus ditempuh, maka siapa mempunyai tekad sekeras baja untuk maju maka yang didapatkan adalah kesuksesan, jangan lupa juga banyak beribadah dan bershodaqoh

    • satujuuuuu! hehe🙂

  25. salam kenal gan….
    kurang lebih aq merasakan juga yang namanya kerja tanpa modal seperti agan….
    selain banyak yang nggunjingin kita untungnya juga dikit….hehehe
    akhirnya aq putusin deh bkin usaha kecil2lan…..

    smangat untuk kita semua………….

  26. Your style is really unique compared to other people I
    have read stuff from. I appreciate you for posting when you
    have the opportunity, Guess I’ll just bookmark this site.

    • terima kasih atas apresiasinya🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: