Tutorial Cetak

16 September 2008 pukul 08:59 | Ditulis dalam Tak Berkategori | 126 Komentar

Mohon maaf, tutorial ini tanpa referensi. Saya sampaikan hanya berdasarkan pengalaman saya ketika mencetak sebuah produk percetakan.

Ya, berawal dari kadéséh alias kepepet karena situasi, kondisi, toleransi, pandangan dan jangkauan, dimana saya dikondisikan pada suatu keadaan harus katempuhan pada sebuah order kecil. (Nggak apa2 ya kalimatnya nggak berdasarkan EYD dan tidak sistematis. – Red). Waktu itu saya harus bertanggungjawab atas orderan membuat sebuah brosur. Saya disangkanya sudah terbiasa mendapatkan orderan cetak. Hikmahnya, akhirnya saya terima saja setiap ada orderan. Karena otodidak, tentu pernah mengalami salah hitung dan tentunya berdampak rugi.

Baiklah, kita langsung saja:

1. Desain. Seperti pada umumnya, silahkan awali dulu dengan mendesain sebuah produk, misalnya undangan, brosur atau apa saja. Dalam hal ini saya tidak akan membahas masalah proses desainnya, tetapi lebih ditekankan pada langkah-langkah hingga ke mesin cetak. Tentunya tulisan ini juga hanya berlaku untuk para pemula saja. Desain, bisa dilakukan dengan melaui CorelDraw (saya sarankan pake X3, banyak kelebihan dibanding versi sebelumnya), atau PhotoShop dan tentunya masih banyak media untuk membuat sebuah desain produk cetak. Mengenai presisinya sebuah ukuran, saya cenderung sering menggunakan CorelDraw. Pada saat mendesain, silahkan sesuaikan ukuran hasil desain dengan rencana nanti nyetak mau di mesin apa? (baca tulisan Ukuran Kertas & Area Cetak). Jadi, dengan Anda memahami area cetak, naik cetak itu bisa menentukan banyaknya produk cetak dalam sat kali naik cetak. Jika ukuran besar, berarti satu kali cetak minimal satu buah. He3x memang susah dijelaskan, selain memang tidak ada buku panduannya, saya juga kebingungan cara menyampaikannya bagaimana..

2. Membuat Film dan Plate (Pra Cetak). Sebelum di-film-kan, teliti kembali file hasil desain, terutama ukuran, cara bolak-balik pada saat naik cetak (silahkan tanyakan ke operator pembuat film). Di Bandung, saya biasa membuat film dan plat di POLAR (Jl.Pungkur & Jl. Pagarsih). Film & Plate tentunya akan sama ukurannya dengan ukuran desain, berarti Anda telah memilih jenis mesin cetaknya. Sebagai panduan: kalau Anda memilih mesin kecil (Mesin Toko) maka harga cetaknya jauh lebih murah, dan kualitasnya tentu sesuai harga donk. Kade lupa, kalo separasi (full colour) berarti Anda harus membayar 4 buah film & plate, yaitu CMYK, pokona mah film untuk warna Biru (Cyan), Merah (Magenta), Kuning (Yellow) dan Hitam (K=? Black), he3x.

3. Proses Cetak. Ya udah, kalau plate sudah ada, kasiin aja ke percetakan. Jangan lupa beli bahannya dulu. Lebihkan minimal 2cm untuk setiap sisinya. Jadi, ukuran kertas harus dilebihkan dari ukuran film tadi. Lagi, kalau separasi, berarti biaya cetak juga dikali empat donk ya..? Biasanya dihitung per plate, berapa pe platnya silahkan tanya pihak percetakannya..

4. Finishing. Setelah dicetak masih ada proses, dan tidak semua proses dilalui, tergantung kebutuhan. Kalau proses potong, ya harus donk, paling tidak ya biar rapih saja.

4.a. Dobb Laminate. Hasil cetakan dilaminasi dengan hasil akhir cetakan terkesan nge-dobb atau seperti ada minyaknya. Bagus dan memang lebih mahal dibanding UV.

4.b. UV Laminate. Hasil cetakan dilaminasi dengan hasil akhir cetakan mengkilap seperti dilaminating saja.

4.c. Spot UV. Laminasi bening dan menonjol sesuai bentuk yang diinginkan. Bagus banget pokoknya, harganya juga kenceng..

4.d. Poil. Poil itu bisa bentuk emboss saja atau juga bisa poil berwarna emas, perak dll. Poil bisa berbentuk teks, garis, bidang atau apa saja yang dikehendaki untuk melengkapi keindahan hasil cetak. Tentunya diawali dengan memesan matres untuk poilnya. Poil biasa dan poil emboss harga matres nya berbeda, lebih mahal emboss.

4.e. Pond. Yaitu untuk membuat bentuk potongan pada hasil cetakan dan juga untuk membuat garis lipatan (bagi yang memerlukan lipatan). Tukang pisau pond banyak kok di sekitar mesin percetakan. Ya kalau di Bandung di sepanjang Jl.Pagarsih lah..

5. Mohon tambahkan ya..

About these ads

126 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. mau nanya nih…
    kira kira peralatan apa yang mesti kita siapkan untuk memulai bisnis cetak?

  2. Wadooh jadi nambah ‘besar kemaluan’ neh, he3x. Yang saya alami seh begini:
    1. Kalo sudah rada pede dengan desain kita, bisa mulai nanya-nanya ke percetakan, mulai dari Nol.
    Sesuai pemaparan saya terdahulu, setelah kita punya desainnya, bisa datang ke toko pra-cetak, disana kita bisa bikin film. (Cat: Kalo full colour istilahnya separasi, filmnya ada 4 jenis: Biru, Merah, Kuning dan Hitam (CMYK), kalo satu warna bisa diset jadi Grayscale, atau degradasi hitam, tinggal pesen ke percetakan mo dicetak warna apa).
    Kalo mengenai alat, karena skala / orderannya masih kecil, saya hanya punya satu komputer. Kalo bisa dilengkapi dengan printer warna dan printer laser. Kalo warna banyak dipakai untuk orderan lain misalnya ID Card, foto retouch, dll. Kalo laser yang serbuk itu, banyak dipakai untuk cetak kalkir (media pra cetak) biasanya untuk orderan berupa formulir, faktur dll, yang tidak berhubungan dengan edit foto (tidak memerlukan resolusi tinggi, karena biayanya jauh lebih murah bila dengan kalkir, dibanding memakai film).
    2. Kalo kertas, bisa nanya2 dulu ke toko kertas, satu plano-nya berapa untuk kertas anu, tanya juga jenis dan gramasinya. Satu plano itu ukurannya 79×109 cm. Kalo dibuat ukuran polio jadi 11 lembar.
    3. Dari ukuran plano itu, kita bisa ngira2 dari ukuran desain menjadi berapa buah produk, dan akan mencetak berapa buah, tinggal ukuran tadi aja dibagi ukuran desain. Lalu, jumlah cetak yang diinginkan dibagi jumlah cetak dalam satu plano, hasilnya kita akan tau jumlah plano yang harus dibeli, ok.
    4. Pasti bingung… ;)
    5. Udah, tinggal cetak aza..
    6. Kalo nentuin harga, sebaiknya mulai dari desain tadi sudah dihitung. Atau kasarnya, total biaya produksinya dihitung dulu untuk jumlah produk yang dipesan, kalo sudah ketauan khan gampang, tinggal plus-nya berapa persen, ok..

  3. wah,
    thanks banyak
    artikel anda sangat membantu sekali
    terutama bagi orang yang baru memulai bisnis percetakan.

    oya aku mau nanya proses digital printing itu gimana dari proses design (ukurannya, resolusi biar gak pecah, n yang lain2)

    sebelumnya thanks banyak

  4. kepada
    Surya (Duta Pariwara)
    di tempat
    Duh jadi malu lagi, he3x. Makasih banget ya kalo kepake mah. Maaf juga atas ketidakberaturan tulisannya.
    Digital Printing yang saya ketahui, sepertinya sama saja dengan yang dimaksud kebanyakan orang (he3x mudah2an tidak salah).
    1. Saya biasa melakukan foto re-touch di PhotoSHOP, karena software ini menurut saya cukup membantu untuk memperhalus tampilan/ rekayasa. Kadang ada pemesan ingin menghilangkan jerawat di wajahnya, ya PhotoSHOP bagiannya, bukan lagi pergi ke Salon, he3x.
    2. Dalam mendesain/ rekayasa foto, resolusi sangat menentukan. Kadang kita melihat gambar seperti bagus, tapi begitu diprint hasilnya tidak sesuai. Saya biasa memakai resolusi 300 (untuk ukuran mak A3 saya rasa cukup). Untuk melihat pra-cetaknya, coba lihat Actual Pixel (di PhotoSHOP, klik gambar loop/zoom, lalu di menu atas ada Actual Pixel).
    3. Tinta. Tinta sangat berpengaruh juga. Desain bagus, tapi kualitas tintanya jelek, maka hasilnya kadang ‘ngebohong alias tidak sesuai. Kalo pake yang asli memang sangat bagus dan tahan air. Kalo mo buat bisnis, saya sarankan gak usah pake yang asli, ntar kedodoran. Pake aja harganya tidak murah banget, biasanya dari harga juga keliatan, beli yang sedang2 saja ;)
    4. Kertas. Sama, kertas juga pengaruh, karena daya serap setiap kertas berbeda-beda. Daya serap yang bagus akan menghasilkan warna keluar semua, bagus weh pokona mah, lebih cerah. Daya serap kertas bisa dilihat dari jenis kertasnya, cari kertas yang for High Resolution, walaupun tipis tapi tidak tembus tinta, itu salahsatu cirinya.
    4a. Kertas Matte. Jenis kertas untuk ink jet yang saya ketahui ada dua macam. Yang Matte permukaannya seperti kertas HVS, agak tebal. Ada juga yang bertekstur, banyak seh macamnya
    4b. Kertas Glossy. Warnanya mengkilap, sering dipakai untuk nyetak foto. Hati2 juga kertas Glossy banyak yang kualitasnya kurang bagus, salahsatu cirinya bila hasil cetak mudah dilap/ digosok pake tangan jadi blobor, ya sudah berarti jelek ;)
    .
    Mungkin sebagai bahan referensi, saya biasa pake merk DATAprint, menurut saya kertas keluaran DATAprint bagus2..
    .
    Udah ah, kebanyakan, kasian mbacanya, he3x. Makasih ya, salam buat keluarga :)
    .
    nb:
    Saya liat, situs Anda ternyata percetakan juga. Sepertinya Anda lebih memahami dalam bidang ini, he3x. Makasih ya..

  5. wah mas aliya dapat istilah darimana neh ada SItuasi, KONdisi, TOLeransi, PANdangan dan JANGkauan. Kalo disingkat apa ya? iiihhhhhhh ngeres!

  6. buat
    Must I-senk
    di tempat.
    Weh3x, kreatif amat bisa menyingkat istilah2 itu. Maap atuh yah, he3x nggak sengaja. Jangan bilang siapa2 ah, malu. Kasi tau pak RT dan kawan-kawan ya, he3x. Salam buat keluarga ya.. :)

  7. kang mau tanya neh..
    kalo jenis printer yg bagus buat cetak photo apa ya

  8. kang mau tanya neh..
    kalo jenis printer yg bagus buat cetak photo apa ya

  9. to Must Agus..
    sebenarnya saya tidak begitu mengenali betul, seperti apa atau merk apa yg paling ideal untuk jenis ink jet. Tiap orang beda seleranya. Kemarin saya nanya ke temen di toko printer, katanya kualitas mah hampir sama, yg penting pandai2 pake tinta yg berkualitas dan juga jenis kertas yg baik. Paling juga dari segi kecepatan yang berbeda, dari harga jelas keliatan, he3x. Kalo untuk berbisnis, tentu harus nyari yang kualitas cetaknya bagus dan juga cepet kinerjanya (tidak lelet).
    Wah harus nanya ke toko printer donk ya.., he3x. Maafin saya ya ;). Saya juga masih pake Epson C90, ya kalo yg lebih baik dari itu juga banyak.
    Makasih Must, dah mau mampir, salam buat keluarga :)

  10. saya mau memulai usaha cetakan, saya punya komputer dan printer c90.
    Bagaimana cara buat hasil cetakan seperti percetakan besar, misalnya bikin lapisan mengkilat, dopp, dll.
    Apakah bisa dikerjakan dengan mesin laminting biasa???

  11. to Must Sabil
    Mohon maaf baru dibalas..
    Ini pendapat saya lho ya..:
    Epson C90 biasa dipakai untuk cetak jenis ink jet atau tinta refill, artinya untuk kualitas agar menyamai mesin percetakan (seperti GTO, Oliver, SOR, dll) tentu tidak bisa, karena dari segi jenis tinta saja sudah berbeda.
    Tapi untuk kebutuhan lain misalnya untuk cetak foto ke permukaan gelas (jenis keramik) itu bisa, tentu tintany harus yang sublimasi, dan harganya jauh lebih mahal.
    Kalau untuk cetak di kain jenis kaos, bisa pake tinta biasa yang lebih bagus, ya kalo bisa tinta epson asli-nya. Lalu cetak dengan kertas transfer (transfer paper) secara terbalik horisontal (mirror), selanjutnya disetrika (tips lengkap bisa dibaca pada petunjuk transfer paper).
    Untuk mendapatkan kualitas glossy dan dobb pada printer epson C90, yang saya tahu jenis kertasnya saja tinggal milih, glossy atau dobb. Atau untuk glossy bisa dilakukan juga dengan pernis atau cat pilox yang jenis Clear.
    Kalau di percetakan, dobb dan glossy ada proses khusus, ada di tukang laminasi khusus buat percetakan.
    Sepertinya itu dulu, mohon maaf atas kekurangannya. ;)

  12. mau tanya nih..
    kebetulan saya juga baru mau memulai usaha percetakan..

    kira kira untuk daerah bandung, dimana ya tempat produksi cetak offset dan sablon yang bagus..??

    thx

  13. Buat Must Aref
    Makasih ya udah mampir.
    Yang saya tau, untuk percetakan / offset di Bandung pusatnya di Jl.Pagarsih. Rute-nya kalo dari arah Cicaheum-Cibeureum, terus saja ikuti jl.A Yani. Belok ke kiri di perempatan Jl.Gardujati, selang dua perempatan lagi, nyampe deh, tinggal nanya aja di situ, pasti pada tau.
    Kalo Sablon, disitu juga banyak, cuma lebih terpusat di Jl. Suci (Surapati- Cicaheum). Warga Bandung sudah pada tau kok, di mana jalan Suci itu.
    Oke, mudah-mudahan bermanfaat, sukses ya.. ;)

  14. Mohon pencerahan….Apa saja yg harus diperhatikan kl kita mau mencetak artwork kita pd kertas white MattPeper juga fancy Matt? Sering kl kita dapati warna setelah cetak menjadi redup atau bahkan warna jauh dari harapan. Makasih sebelumnya…

    salam kenal
    Avika

  15. Satu lagi ya mas, cuma mau share aja. Terus terang sy sdh gak terbiasa lg dgn Corel, sy sdh beralih ke Adobe Illustrator sejak versi 9, maka yg CorelX3 udh gak kenal he3x..maka tak sayang. Karena sering sekali mendapat orderan yg clientnya peka ama warna yg konsisten.Apalagi aplikasi Adobe sejak CS2 kita bisa sinkronisasi ColorProfile (ICC),jd baik tampilan/warna artwork akan sama saat dibuka dgn aplikasi adobe lainnya. Sy sudah set color setting PC/Mac milik sy dgn color setting ReproHouse langganan sy jg monitor sy kalibrasi 2-3 bulan sekali(dgn Spyder2Pro),jadi bahasanya sama gitu…
    Bagaimana cara Aliya mensetting PC supaya warna gak jauh2 amat dari tapilan monitor….Trima kasih

  16. Wah udah sedetail itu Mas, sayah mah masih pake X3, he3x. Dan untuk warna masih aman-aman saja, belum nemuin client yang unik-unik, mudah2an jangan, he3x. Repot kalo permintaannya se ribet itu, sepertinya kalo ketemu saya mah bakal nggak kepake kerjaan saya nya, he3x..

  17. salam kenal
    wah…makasih buat infonya tentang design ke proses cetak
    maklum lagi belajaran, jadi benar2 membantu biar ga salah (lagi) kalo mo naik cetak….
    sukses buat aliya

  18. Salam Kenal

    Saya seorang pekerja yang ingin sekali punya bisnis percetakan, saya mempunyai tabungan +/- 20 juta, kira-kira cukup tidak ya untuk memulai bisnis percetakan ? terima kasih

    • to Mas Erwin
      Menurut saya (bisa mencari info lebih akurat lagi ;) ) kalau kita ingin mengadakan/membeli mesin cetak, tentu uang sejumlah itu masih kurang. Kalau prinsip saya dari awal, saya berusaha dari nol atau bisa dikatakan “tanpa modal”. Kalau menurut saya, apabila saya memiliki uang sejumlah itu dan mulai dari awal/nol, maka saya akan beli perlengkapan untuk penunjang bisnis percetakan tsb seperti: komputer untuk kebutuhan desain, printer untuk cetak kebutuhan kalkir dan kualitas foto (dua jenis printer), lalu yang lainnya seperti mesin press, scan, mesin plong, laminator dan ATK penunjang.
      Nah, sedangkan untuk mencetak hasil desain kita, sementara bisa dimakloonkan ke percetakan2 yang ada, memang semestinya begitu kalau dari nol, karena kita tidak mungkin untuk /harus belajar mengoperasikan mesin cetak terlebih dahulu, lagian belum ada pelanggan tetap, artinya ini malah suatu pemborosan.
      Mudah2an jawaban saya tidak puas, sehingga bapak bisa mencari jawaban yang lebih pas dan lebih benar lagi :)
      Ok, mohon maaf kekurangannya, salam ya buat keluarga ;)

  19. tlg tanya apakah perbedaan kalo mau cetak buku nota di kertas ncr pake percetakan dg pake printer, mohon jawabannya tks

  20. @ibang
    Pada prinsipnya kalo ‘nyetak’ sama saja. Semua ada kelemahan dan klebihannya. Misalnya kalo pake mesin percetakan bisa lebih cepat dan murah. Kalo pake printer inkjet bisa tentukan sendiri warna kesukaannya, lebih bebas. Hanya saja proses cetaknya lama, tintanya harus yang water resistant atau anti air, dan NCR kemungkinan terlalu tipis kalo untuk printer, bisa menyebabkan kertas susah masuk/keluar printer. Nyetak satu rim di printer, boros tinta lho ;) apalagi NCR khan minimal 2 ply, artinya nyetaknya 2x lipat.
    Memang sebaiknya dicoba satu2, di printer dan di percetakan. Menurut pengalaman, kalo lebih dari satu rim mah enakan di percetakan, cape nunggu ngeprint-nya, he3x. Nuhun

  21. saya mau kursus nih mas boleh ga kalau boleh minta di sms ke 085220001114 karena saya ga punya internet

    • @ gumilar
      Untuk kursus teh lagi di-off dulu, sedang ada kerjasama dengan Depag dalam rangka pelatihan Komputer Staf KUA se Jabar. Smoga ke depan bisa ya .. :)

  22. mas mo nanya nich
    1 klo untuk pond biasanya kertasnya di lebihin ga misalnya 1cm? trus untuk pond ama poly kita bikinin film ga sich?
    2 oiya mas harga untuk poly sama pond biasanya brapa ya?

    • Menurut saya lho ya (silahkan cari info yg lebih akurat lagi), kalo pond itu khan pada dasarnya membuat potongan ataupun garis lipatan sesuai kehendak kita. Jadi untuk pond tentu saja harus dilebihkan dari ukuran desainnya, sebaiknya minimal 1 cm dari garis pisau pond. Karena kalo kurang dari satu cm bisa melipat kertasnya (tidak sobek/bolong) terutama kertas yang lebih tipis, HVS misalnya.
      Kalo seputar Bandung, membuat pisaunya itu ±Rp.350,-/cm (ada batas minimumnya). Kalau memotongnya (proses pond-nya) ada yg minimum Rp.40rb, Rp.37.500 dll (min 1000 lembar), bisa ditanya langsung ke tukang pond, beda2 seh ;)
      Semoga tidak puas, sehingga bisa dicari lagi jawaban yang lebih tepat, makasih ya.. ;)

  23. eh lupa makasih sebelumnya…
    maklum baru blajar, trus pengen bikin undangan,…

  24. maaf mas saya mo nanya lg nich
    klo misalnya cetak di mesin cetak kan harus ada lebih 1 cm dr kertas tuch kira2 itu semua sisi atau cuma sisi kanan kiri nya aja
    trus nanti yang motongin lebihnya biar rapih tukang cetaknya apa bukan trus bayar ga mas untuk motong sisi2 tersebut
    he… maaf mas kbanyakan trusnya maklum pemula banget nich mas
    cuma udah ada orderan kecil2an dr temen malah ktakutan salah
    he…
    makasih ya mas sebelumnya udah di bales pertanyaan saya :)

    • punten baru ngebalas neh, he3x.
      Lebihnya itu tentu saja kelilingnya. Di percetakan juga biasanya lengkap dengan mesin potongnya. Ada yang bayar, ada yang nggak. Kalo mo motong saja juga bisa, misalnya ke percetakan lain atau ke khsusus tukang potong, tentu saja bayar. Paling kisaran 10-25rb, tergantung banyaknya yg dipotong.

      • Makasih ya kang udah di jawab

  25. pengalaman pertama kali cetak undangan nih..cetak undangannya warna hedo alias hijau harganya 75 rb..tp kalo warnanya biru 60 rb..menurut om/tante harganya emang beneran mahalan warna hijau ketimbang biru ? lokasi percetakannya di pagarsih bandung..tengQyu..

    • @Must Ballack

      Langsung ah. Kalo menurut Oom dan Tante mah kayaknya begini; warna hedo teh warna gabungan antara biru dan kuning, jadi si pihak percetakannya itu harus membuka dua segel kaleng, qeqeqeq jadi rada mahal. Nah kalo biru, adalah warna dasar bukan warna gabungan (CMYK: Cyan(biru), Magenta (Merah), Yellow (koneng) dan K (blacK/hideung). Nah, nanti kalo ada orderan lagi biasanya ditanya warnanya muda atau tua, dengan demikian si percetakan suka mencampur warna tinta lain untuk mendapatkan warna yang diinginkan konsumen. Sepertinya begitu Kang Ballack, punten neh saya juga belum pengalaman banged. Nuhun yah.. ;)

      • oh gitu yah..tengQyu deh buat penjelasannya..

  26. mas kita mau nanya.
    begini, saya kan mau hajatan dan mau bikin desain undangan sendiri saya bingung nyimpan format filenya menjadi format apa ya? soalnya kita nyetaknya jauh terus saya khawatir nanti diedit dikomputer orang jenis fontnya tidak ada jadi desainya kan nggak seperti yang diharapkan,bagaimana inimas solusinya? terima kasih, tak tunggu jawabanya lho…

  27. @fajar
    Langsung saja ya.. Kalau di percetakannya memakai Corel, simpan seperti biasa saja dengan extensi .CDR . Ada dua cara agar semua font yang kita pakai tidak berubah.
    1. Simpan dengan cara: File, Prapare for Service Bureau. Icon-nya bulat bergaris tengah, berwarna merah, biru, kuning dan abu2. Dengan cara ini, Corel akan menyimpan pada sebuah folder yang dibuat dengan menggunakan nama file yg sedang aktif, beserta font2nya
    2. Apabila desain sudah dianggap fixed, tidak ada lagi perubaha, semua Text harus di-convert menjadi kurve dengan cara Ctrl+Q.
    3. Sebaiknya disimpan dengan Corel versi lebih rendah, apabila dikhawatirkan pada saat dibuka dengan menggunakan Corel lebih rendah maka tidak akan bisa kebuka.
    4. Sudah.

    • MAKASIH BYK MS HENDRI

  28. Nanya lagimas, boleh ya? klo percetakannya pake photoshop gimana formatnya. trus katanya format filenya ada yg pake EPS klo udah fixed. jawab lagi ya mas. tek enteni maning…

    • @FAJAR

      Sama2 Must, semoga bermanfaat.
      Kalo pake format EPS saya malah belum pernah. Kalau sumber infonya bener, ya mungkin sebaiknya begitu, saya jarang sekali dan malah tidak pernah memberikan file dari Photoshop. Photoshop dalam percetakan bagi saya untuk membantu tampilan umunya yang berkaitan dengan image (finishing touch), dan pada akhirnya saya selalu gabungkan di Corel. Selama ini seh tidak bermasalah.
      Mungkin cara saya belum tepat, silahkan untuk mencari cara yang lebih optimal lagi, tul khan? he3x :). Matur nuwun nggeh…

  29. DUH… maaf banget , maksud saya trimakasih byk buat mas ALIYA bukan mas hendri.harap maklum browsingnya pake hape. punteeen pisan ya mas…

  30. LHO NAMANYA MAS ALIYA APA MAS HENDRI SIH?

  31. He3x.. Aliya seh nama Percetakan, biar orang2 cenderung mau nelp atau mau bicara kalo pake nama wanita. Kalo pake nama Hendry kayaknya kurang laku, wakakakak…
    Nuhun Mas, punten ah saya suka becanda..

  32. He he he… bener juga ya mba eh mas…wkwkwkwk

    • iya, bener banget, stuju lah, qeqeqeqeq

  33. punten mo nanya lg nich
    biasanya klo bikin plate dmna ya mas?
    di percetakannya apa ditempat bikin film?
    makasih mas sebelumnya, olong dijawab ya
    he…

    • Ada percetakan yang menyediakan bikin plate, ada juga yang hanya nyetak aja, kebanyakan hanya cetak aja. Lebih pas mah mending di tempat bikin film aja, biasanya juga lebih murah, karena di tempat film stock plate-nya banyak, artinya dia bisa jual lebih murah karena beli bahannya partai besar, beda dengan di percetakan.

  34. oiya mas mo nanya lg nich biar skalian mumpung blom dijawab
    klo kertas kalkir biasanya dicetak pke mesin apa ya mas?
    makasih…

    • Kertas kalkir sebaiknya dicetak di printer laser (yang menggunakan serbuk/ toner), karena kalo inkjet biasanya kurang bagus untuk diplate-kan. Ada type2 printer laser yang ideal buat kalkir, sepertinya mereka lebih mengenalinya. Karena ada juga type printer laser yang kurang/tidak bagus buat kalkir, misalnya kerapatan pixelnya yang masih kentara/ bintik2/ kotak2.

      • klo kertas kalkir dicetaknya dimesin toko atau ga di mesin GTO bisa ga mas?
        soalnya klo bikin undangan yg ada kertas kalkirnya gmn klo pke printer laser, kan nanti harga jd lebih mahal…
        mohon pencerahannya mas maklum blom ngerti apa2 udah mo coba2
        maksih…

      • @ dendit
        ooo.. maksudnya kertas kalkir untuk di Undangannya? Tentu saja sebaiknya dicetak di mesin GTO atau mesin besar lainnya, jangan di mesin printer, pasti mahal. Yang saya maksud kemarin, yaitu penggunaan kalkir untuk pembuatan nota, faktur dan sejenisnya. Maksudnya daripada pake film mahal, mending pake kalkir, bukan berarti nyetaknya pake kertas kalkir, tapi dalam hal ini kalkir sebagai pengganti film, bukan media cetak.
        Nah kalo kartu Undangan memakai media cetak kalkir, film tadi tentu harus dibuat, sebaiknya jangan pake kalkir kalau kualitas cetaknya ingin bagus. Nah dalam kasus ini, barulah kalkir berfungsi sebagai media cetak sepertihalnya kertas yang lainnya. Semoga Anda tidak bingung :)
        Bisa membedakan ya?

  35. owh iya mas makasih..
    saya paham…
    sekali lg makasih ya mas penjelasannya ok banget…

    • sip, sama2, semoga bermanfaat :)

  36. mas mo nanya lg nich
    ko kertas kalkir saya mengkerut ya
    sewaktu di tempelin ke hard cover jd bagian dalem undangan?
    padahal sewaktu blom ditutup undangannya ga mengkerut
    tp pas udah ditutup kalkirnya malah mengkerut
    kira2 gmn ya cara nempelinnya, kalkirnya sebagai lapisan dalem undangan

    • (Mudah-mudahan benar): Mengkerut itu bisa diakibatkan karena pada saat menempelkannya dibentangkan (Bhs Jermannya: diamparkeun), sehingga ketika dilipat jaraknya menjadi lebih dekat/pendek, terjadilah kerutan. Antisisapinya: bila kalkir berada di bagian dalam, ikuti lekukan bagian hardcover oleh kalkir tsb hingga tiada ruang/gelombang udara, atau bisa juga cara menempelnya sebelah-sebelah, bisa sebelah kiri dulu atau kanan dulu. Jika kalkirnya cukup untuk ditempel bagian tengahnya saja maka double tape dipasang pada bagian salahsatunya, tepat dekat lipatan (bukan tengah2 banget, karena itu juga bagian penyebab mengkerut). Wah bingung yah, gak digambar seh, he3x..
      Penyebab lain mengkerut bisa juga oleh lem. Sebaiknya gunakan double tape saja, karena kalau pake lem lama keringnya, itu juga merupakan penyebab mengkerut.
      He3x segini dulu aja, semoga ada teman2 yang bisa menjawab lebih detail lagi.
      Terimakasih ya..

      • iya sich lumayan bingung
        klo misal kan di rel gmn?
        lem nya sich pake double tape
        mungkin ga karna hardcover lipatannya terlalu kecil?

      • ..sebenarnya saya juga belum kebayang bagaimana bentuk kartu undangannya, he3x.
        Begini yang saya maksud: coba kalkir itu dipasangnya ketika hardcover sudah dilipat. Jadi cara menempelkan kalkir itu bukan pada saat hardcovernya digelar.
        Tempelkan terlebih dahulu double tape nya (pada bagian yang diperlukan), baru pasangkan kalkir sebelah2 (tempel ke bagian kiri dulu, lalu ke bagian kanannya atau kebalikannya)..

  37. boleh saya kirimin foto undangannya?
    tp kmn ya saya harus ngiriminnya?
    makasih ya mas

  38. salam kenal, saya baru saja menyimak perbincangan di atas, sepertinya menarik.

    Sekalian mau tanya, anda pernah melayout desain di adobe indesign apa belum ya? saya ini kebetulan seorang desainer, kemarin mendapat pesanan buku dalam format indesign, padahal saya biasa menggunakan coreldraw.

    Saya cukup bingung dalam mempersiapkan layout untuk cetak, karena ternyata berbeda dengan corel. biasanya di corel kita bisa bebas melayout cetak, sedangkan di indesign, semua sepertinya sudah diatur di awal, jadi agak susah.(file aslinya di kertas folio, sedangkan saya mau naik cetak dengan layout double folio, di rotate adu kepala pula)… (T_T)

    mohon pencerahannya..

    • langsung ah ;)
      Wadoooh saya juga pernah pake Indesign, sepertinya mudah tapi berhubung belum pernah pake malah lebih ribet, jadinya lebih suka pake PhotoShop, he3x. (bek tu besik kitu tah :) )
      Iya seh selama ini juga saya masih pake Corel, kebetulan di tempat membuat film juga tidak jauh antara PhotoShop dan Corel saja yang dipake-nya.
      He3x apalagi kalo berkaitan dgn ukuran mah enakan di Corel ya Mas.
      Emmm bagaimana kalo misalnya file2 itu diimpor aja dari Corel? Kalo file2 *.PSD selama ini gak ada masalah di Corel.. ;)

  39. Alhamdulillah saya bisa menemukan situs ini yang membahas seluk beluk memulai usaha percetakan dengan cukup detail.

    Kebetulan ada permintaan bikin kop surat Folio full colour dengan waktu delivery bebas. Nah dari pengetahuan yang saya dapat dari tutorial ini saya mencoba mengikuti langkah-langkah yang ada diatas. Rencananya akan me
    nggunakan mesin GTO46 karena outputnya adalah kertas folio dengan ukuran 21 X 33 cm.

    Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut:
    1. Membuat desain dengan Corel Draw dengan ukuran kertas folio, dan mencetaknya dengan menggunakan kertas kalkir sebanyak 4 lembar (CMYK).
    2. Membuat pelat sebanyak 4 buah (CMYK)
    3. Membeli kertas dengan ukuran 25 X 37 cm (setiap sisi dilebihkan sebesar 2 cm)
    4. Proses pencetakan

    Apakah langkah-langkah tersebut diatas sudah benar ?
    Dimana saya memotong kertas hasil cetak karena ukurannya kan lebih besar 2 cm setiap sisinya ?

    Selain membuat kop surat saya juga diminta membuat kop pada amplop, apakah prosesnya sama dengan membuat kop surat ? Atau untuk amplop cukup di sablon saja ? Kalau cukup disablon, apakah akang punya urutan prosesnya ?

    Mohon bantuannya dan mohon maaf apabila terlalu banyak permintaannya..he..he…

    • ups, namanya meni sama pisan, teu dipiceun sasieur, saya juga Suhendri, he3x..
      Ok nuhun sebelumnya. Langkah2nya sudah benar. Akang boleh ngitung lagi untuk mesin GTO52, masuk ukuran double folio sekaligus. Logikanya begini Kang: kalo naik cetaknya sekaligus dua, khan lebih ngirit terlebih lagi jika qty-nya melebihi batas minimum.
      Mengenai tukang potong kertas, banyak sekali Kang, emang tinggalnya di mana? Bandung mah balatak. ;)
      Amplop juga perinsipnya sama saja. Kalo ingin kualitasnya bagus, ya pake mesin besar, jangan disablon. Tapi kalo budgetnya cuma masuk disablon ya apa boleh baut..! ;)
      Untuk amplop, akang harus membuat dua desain. Desain pertama isi kalimat amplopnya, desain kedua untuk lekukan dan potongan pisau pond (kalo bentuk amplopnya custom). Kalo pake amplop ukuran standar mah gak usah, pake aja amplop biasa, dan saya pernah coba nyetak di GTO52 masih bisa kok, bagus lagi..

      • Mudah-mudahan bisa akur deh karena namanya sama :D

        Sebenarnya berapa sih batas minimum untuk sekali naik cetak ?

        Lokasi saya di Tangerang.

        Rencananya mau cetak amplop standard, memangnya amplop bisa langsung di cetak di mesin ? (maaf kalo pertanyaannya agak bodoh :D)

        Jangan bosen ya kalo besok-besok saya nanya-nanya terus :p

      • Gak apa-apa, bagus Kang, he3x. Kalo ngandelin malu, kita nggak dapet ilmu ;). Saya terbuka bagi siapa saja apabila memang berguna, justru saya bangga.
        Untuk batas minimum, jawaban saya ‘Relatif’, maksudnya kita harus bisa dulu menghitung total biaya produksi untuk batas minimumnya di percetakan. Misalnya kata pihak percetakan di bawah qty 300 masih sekian rupiah. Informasi tersebut kita catat, lalu gabungkan dengan komponen lain. Kertas untuk keperluan qty sejumlah itu berapa rupiah, ongkos potong, UV dll pokoknya dimasukkan, lalu jangan lupa keuntungan minimum dimasukkan juga. Setelah ditotal, bagi qty tadi, sepertinya ketemu. Malah jika dirasa masih murah, kita bisa naikkan lagi harga satuannya ;)
        Maaf banget neh, ini jawaban sendiri, yang mungkin ngaco, he3x.. Mohon untuk mencari informasi yang lebih akurat lagi ya.. ;)

  40. kang minta alamat polar yang di pagarsih, sekalian alamat emailnya. kang kalo polar punya web nya.maksih

    • wadoh saya kurang hafal. kalo gak salah no.45. Coba tanya ke penerangan. Punten ya, soalnya kesana juga nggak nginget2 nomornya, he3x.

  41. halo mas/mba… hehe

    saya lagi mau belajar tentang percetakan. blog ini cukup menolong, dan rasanya saya pengen belajar lebih dalam. ada gak referensi textbook yang bagus yang membahas mengenai percetakan (mungkin textbook yang dipakai oleh sekolah grafika?

    kalo tau, tolong berbagi info judulnya dan belinya di mana. soalnya saya udah ke beberapa toko buku gak pernah nemu yang bagus.

    kalo bisa dalam bukunya mencakup topik2 seperti:
    1. cara menghitung ongkos produksi
    2. jenis2 kertas ada apa aja
    3. prinsip kerja mesin cetak (offset)
    4. mengenai warna, density, dll
    5. dan banyak lagi deh hehe

    • sepertinya ada ya.. ;) Cuma untuk semua ‘bahasan’ yang saya sampaikan ini benar-benar hasil ‘angkag-ingkig dot kom’ qeqeqeq, tidak ada referensi yang formal. Memang sebaiknya belajar secara benar dan terstruktur. Guru saya adalah konsumen. Konsumen sering memberi ‘soal’ seperti begini: ‘Pak, kalo nyetak buku sekian eksemplar dengan qty 500 buku, full clolor 40%, cover laminating doff, ukuran sekian cm kali sekian cm, berapa harga satuannya?” dan banyak lagi ‘soal-soal’ yang harus saya jawab. Nah berangkat dari pertanyaan para konsumenlah akhirnya dengan ‘terpaksa’ kita cari info kesana sini, hingga terjawab.
      Tapi akhirnya saya kadang diminta juga untuk ngasih tutor pada mata kuliah yang berhubungan dengan percetakan (misalnya seputar publishing), ya seadanya lah, he3x..
      Ok, semoga cepet ketemu bukunya ya, mohon maaf neh atas jawabannya yang tidak memuaskan ini, salam buat keluarga ;)

  42. kulonuwun masz,
    mau numpang nanya nih, saya lagi buat id card dengan menggunakan corel dengan disain muka belakang, nah pas mau dicetak/print kok gak sinkron ya antara muka dan belakangnya, gmana nih mas, apakah ada setingannya…, tolong ajari saya mas……

  43. ..lengkapnya ada di artikel Tips Mencetak ID Card.
    1. Ukuran standar ID Card 8.5cm x 5.5
    2. Buat dua buah kotak (untuk guide) ukurannya sedikit lebih besar dari ukuran ID Card. (untuk bagian depan dan bagian belakag)
    3. Letakkan desain ID Card di tengah kotak tadi, jadi dua kotak tadi diisi desain depan dan belakang (kebayang nggak?) ;)
    4. sudah, pasti pas

  44. kang, numpang tanya.

    dikasih info donk mengenai harga, dari mulai bikin film sampai
    finishing, soalnya blom tau harga standar, maklum percetakan kampung
    (luar kota bandung), yaa… harga kira2 lah, biar klo ke bandung
    ga tekor bawa uangnya

    nuhun kang ah…..

    • Biar aman, saya lebihkan: :)
      1. Film: panjang x lebar x Rp.50
      2. Plat: mesin Toko Rp.6500, Mesin GTO52 Rp.15.000
      3. Kertas ArtPaper (tergantung gramasi), per plano Rp.3000 (harga tertinggi untuk kalkulasi)
      4. NCR : 3 ply Rp.107.000
      5. Jasmine Rp.3500 (tebal)

      Ingat, semua harga perkiraan lho, bisa tanya lagi, karena perubahan harga sulit ditebak, kadang mendadak naiknya :)

  45. saya sekarang magang di sebuah percetakan.tapi sekarang udah hampirr selesai..
    bisa bantu buat laporannya gak?soalnya saya belum paham betul tentang percetakan itu gimana?

    • …apa yang bisa saya bantu ya? he3x soalnya saya tidak ikut magang ;). Trus, pada saat magangnya itu ditempatkan di bagian apa? karena bisa saja dalam penyusunan laporan magang tidak harus berkaitan dengan proses mencetaknya (mungkin), misalnya di bagian keluar-masuk surat. In principle, silahkan saja data yang ada di Blog ini pelajari, semoga bermanfaat. Kalo untuk membantu langsung, sepertinya rada sulit neh, disamping materi saya dangkal tentang percetakan, juga keterbatasan waktu saya belakangan ini. Bila ada pertanyaan yang masih bisa saya jawab, boleh2 saja, ok! Semoga laporannya cepat kelar ya :)

  46. saya mau tanya, gmn caranya menggambungkan kertas ukuran f4/A4 dalam satu page.maksudnya saya mau nyetak foto dibikin ukuran 100cm x 50cm.gmn cara pengaturanya untuk di prin

    • F4 = 21 x 33 cm
      A4 = 21 x 29.7 cm
      Kedua jenis kertas ini masih masuk di printer maksimal ukuran folio. Jika menginginkan mencetak ukuran 100cm tanpa sambungan sebaiknya pake yang memiliki kemampuan sampe ukuran A0, misalnya mesin Plotter. Jika hanya ada mesin printer maksimal ukuran folio, tentu harus disambung2, bisa dengan cara manual (dengan memberikan ‘tanda’ di setiap batas yang menjadi sambungannya), atau dengan software, kalo tidak salah namanya Fine Print.

      • kalo pengalaman saya, untuk cetak ukuran yg lbih bsar dari ukuran print bisa menggunakan fitur tiled printing yg terdapat pada semua versi CorelDraw…

  47. Mau nanya nih…
    Kalo udah dilaminasi doff/vernish, apakah masih bisa di emboss?
    Thanks buat bantuannya

    • bisa pak, justru sebaiknya urutannya begitu, biar hasil emboss-nya keliatan banget munculnya.. ;). kalo diemboss dulu, malah doff/vernish nya kurang rapih.. Tapi silahkan dicari dulu jawaban yang tepatnya, he3x..

  48. Kang, nanya ya? pan saya newbie hehehe saya mau cetak kop surat uk.A4 di mesin Toko, saya potong plano jadi ukuran 25x36cm. Mubazir kah? apa seharusnya tetap potong seukuran A4 aja? mohon pencerahannya? Kalo cetak kop amplop (pake Jaya 11×23) dimesin Toko, dengan film yg sama u/ kop surat, apa bisa Kang? kata tukang filmnya, tinggal bikin platnya aja seukuran amplop…tolong pencerahannya, eh…satu lagi, kalo cetak kop surat dengan film separasi dimesin toko, bisa nggak? ada yg bilang kudu naik 4 kali cetak? tolong pencerahannya sekali lagi, maklum masih mendung hehehe, btw, makasih banyak

    • …Kahatur
      Kang Newbie

      Ukuran plano besar (79 x 109) bisa dibuat 11 ukuran folio.
      Ukuran folio lebih besar dibanding A4. Untuk nyetak ukuran A4, bisa dipotong langsung ukuran A4 atau ukuran folio. Disini kita harus liat dulu bentuk desainnya. Kalo sekiranya aman (misalnya bagian sisi desain tidak nge-blok), ya udah potong ukuran A4 aja. Lebih aman dipotong ukuran folio,, ntar pas udah dicetak bisa ‘diserit’ jadi ukuran A4, bekas potongannya bakal rapih ;)
      Nyetak kop surat, betul pisan cukup membuat filmnya seukuran kopnya. Tentu harus dilihat dulu kopnya. Kalo kopnya perlu dicetak bagian atas (kertasnya)aja, tentu ukuran filmnya akan lebih kecil. Tapi kalo bagian bawah kop harus ada cetakannya, mau tidak mau ukuran filmnya harus lebih besar.
      Separasi? Iya, maksudnya full color, artinya kita akan menggunakan plat sebanyak 4 buah (CMYK: Cyan, Magenta, Yellow dan blacK). Betul pisan harus nyetak 4 kali naik. Untuk mesin Toko kurang akurat, suka luncat2, pada akhirnya tidak presisi, kurang bagus hasil cetakannya.
      Kalo nyetaknya banyak dan memungkinkan, enakan pake GTO52, bisa
      masuk 4 kop sekaligus. Jadi kalaupun harus 4 kali naik cetak (separasi) tetep satu bahannya sudah jadi 4 buah kop, tidak terlalu besar lah biayanya.

      Tos heula ah, bilih cangkeul, he3x. Kurang jelas mah email weh ka hendry2810@gmail.com atau sms-an, okeh! ;)
      Nuhun Kang tos rurumpaheun sindang… :)

      • Koreksi nih… GTO52 cuma bisa 2 A4 mas kan ukuran maksimalnya cuma 51 x 34 cm.. kalau yang 4 kop surat mah pake GTO 72.

      • o iya, nuhun ah koreksinya, nggak ngeuh he3x.. ;)

  49. Mantabss,. neh artkel dapat ilmu lagi. thank

    • ..sip, nu-un ;)

  50. Mau tanya Bos.. lem apa ya yang bagus untuk merekatkan kertas jenis jasmine? Tengkyu..

    • ..untuk undangan mah cukup ku double tape ajah Kang, selain rekat juga tidak rebek, rapih weh.. Tapi baiknya coba tanya juga ke percetakan lain, sugan weh ada jawaban yang lebih membantu kitu tah, he3x..

      • bener banget mas.. pake double tape paling cihuy.. tapi mahal sih

  51. Detail dan lengkap.. makasih banget infonya.. salam kenal ya sama sama di percetakan..

    • ..sip, sama2, salam balik ah ;)

  52. mantab obrolannya…tp sy masih awam bgt…tanya kang: knp warna hasil cetak offset tdk secerah yg diharapkan?kata percetakannya color management coreldraw sy hrs disetting ulang…tolong kang dijelasin ya. 1 lg: spy image yg diimport dr kamera bs bagus jg hasilnya pas dicetak gmn prosesnya…ketetrangan:kertasnya pake artpaper 120g, mesin kalau tdk salah gto 52…makasih banyak

    • ..biasanya dari raster, coba pelajari tentang raster, salahsatunya di http://en.wikipedia.org/wiki/Raster_graphics (bahasa daerah Inggris heuheu) banyak sumber lain juga seh..
      Atau kemungkinan resolusi gambarnya rendah. Untuk resolusi, bukalah file gambarnya di PhotoShop, aktifkan ZoomTools nya, pilih Actual Pixel, nanti kita akan tau kualitas gambarnya seperti apa :).
      Jawaban saya mungkin masih nguaco, untuk itu silahkan cari sumber sebanyak2nya :)
      Nuhun :)

  53. seru…skalian mau tanya..apakah mesin toko misal 810 bisa cetak berwarna..? gmna proses pewarnaan tersebut…atas jawabannya saya ucapkan terima kasih

    • pada prinsipnya sama dengan jenis mesin besar (GTO misalnya), yaitu bahan naik cetak sebanyak warna (empat kali naik cetak), Cyan, Magenta, Yellow dan blacK.
      Selain kualitas kurang bagus (dibanding mesin besar) biasanya mesin Toko juga kurang presisi, terutama untuk cetak separasi (full color) apalagi untuk cetak bolak balik /dua muka (mungkin karena kondisi mesinnya kali yach ..)
      Untuk kualitas gambar, jangan pake kalkir, pake film aja atau pake CTP lebih baik :)

      ** CTP = Computer To Plate (tukang pra cetak pasti ngerti-eun :) )

  54. seru…skalian mau tanya..apakah mesin toko misal 810 bisa cetak berwarna.(maksudnya dalam satu media cetak misal photo atau gambat).? gmna proses pewarnaan tersebut…atas jawabannya saya ucapkan terima kasih

  55. hmmmmm…….
    saya baru aja ni kerja di percetakan…..
    ada ga tutorial langkah2 yang harus di siapkan seorang desainer….
    misal,, pertama mendesain sesuai permintaan, terus designnya kan berwarna total tuh,,, trus apa lagi yang harus dipersiapkan untuk mencetak plat dst..
    semoga pertanyaan saya dimengerti….

  56. mas nanya kalo nyetak kertas undangan blangko bisa pai mesin ga ya,sya pernah nyetak blangko pakai printer tp pas ketemu kertas blangko yang ribet sering kecantol-cantol (nyangkut)..thax

    • klo pake printer harus milih2 dulu jenis blanko nya. Ada yg bsa dikerjakan di printer, bnyk jga yg tdak bisa :)
      Yng bisa dikrjakan di printer biasanya yg tidak banyak pond-nya, seperti bnetuk lubang, itu pasti akn nyangkut

  57. gimana cara ceta UV(timbul di tempat2 yang kita inginkan )dan apa saja bahannya ? trus apa bisa disablon ngak..trim

    • UV timbul itu mungkin maksudnya Spot UV. Tinggal dibuat matres Spot UV nya di tempat pra cetak, lalu cari tempat yg ada spot uv nya, biasanya menyatu dgn tmpat uv atau doff.
      Spot UV finishing paling mahal biaya minimumnya dbanding finishing yg lainnya :)

  58. Kang punten pisan, tiasa di uaraikeun ngga cara setting pisah warna untuk pembuatan brosur dengan mesin cetak GTO? hatur nuhun sateuacana..trims..

  59. lieur maneh mah mere tutorial teh… coba di paparkeun cuy… cara membuat filmna kmaha…. cara nyetakna kmha… cara ngepak ( ngabukukeunna kmh? heuuuhhh…… g lengkap

    • haturnuhun pisan kang apresiasina :)
      ..dari awal saya ceritakan bahwa saya benar2 sedang belajar, dan webblog ini saya buat sama sekali bukan untuk konsultasi. Yang bisa dijawab dan ada kesempatan Insya Allah saya jawab alakadarnya.. :) Mohon maaf atas kekurangannya..
      Salam kang buat keluarga..

  60. Ada seorang tkg cetak sablon kebingungan mau proses bikin film kalkir nya karena design file masih PSD dia minta design berformat Vector/Cdr…
    Apakah harus berbentuk file vector/cdr untuk cuman design kaos????
    Mohon Pencerahannya kk guru…

    • sebaiknya memang bagian tukang sablon yang menjawabnya hehe.. setau saya memang perlu di corel, karena di corel ada fasilitas halftone, dalam sablon dikenal dengan istilah ‘raster’, dimana raster ini cocok untuk sablon. Raster sangat diperlukan untuk ketajaman gambar. Kitu sanes nya hehehe, mohon maaf atas jawabannya :)

  61. Saya masih kesulitan untuk permodalan dalam pengembangan usaha sablon, kira-kira apa saja yang dibutuhkan untuk bisa berkembang menjadi usaha percetakan? trima kasih

    • sekali lagi, (menurut saya) usaha percetakan tidak bisa langsung, apalagi perubahan dari sablon. Perlu tahapan2 agar berhasil dengan baik. Perlu pembahasan khusus neh hehe :)

  62. kira-kira apa saja yang dibutuhkan untuk bisa berkembang menjadi usaha percetakan? trima kasih

  63. mohon maaf kang saya baru dalam hal belajar setting. saya harus gimana ya untuk dapat menjalankan setting untuk percetakan? apakah ada buku panduannya? karena saya dialih fungsikan menjadi tukang setting euyy.. Mohon pencerahannya. Trim’s

  64. Mohon maaf saya mau tanya nih, saya berencana buka percetakan kecil2an di pelosok, saya berencana mau cetak undangan dengan menggunakan printer R230 dengan tinta art Paper, apakah ekonomis, dengan biaya cetaknya.

  65. bagus bngt ni kang blognya,sya punten..kang mau nanya langkah langkah cetak nota 2 ply 1 warna ukuran 1/4 f4,maklum pemula banget kang,mhon sedekah ilmu nya,

  66. Siip kang blognyah, walaupun bahasanya campuraduk jeung bahasa sunda, tapi babari dimengerti, yang penting mudah di fahami. kalaau yang formalmah justru suka pabeulit.. hexhexhex… dan yang lebih penting lagih, yang punya blog telaten dan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan. pidu’anyah sayah sedang nabung sugan weh kebeli TOKO 820…

    • hehehe sanes telaten, tapi telat pisan ngawalernyah. Haturnuhun ah, mugi akang oge sing sukses usahanyah.

  67. Since the admin of this website is working, no hesitation very
    quickly it will be well-known, due to its feature contents.

  68. kang,bagaimana ya teknik cetak amplop pake mesin hamada 700cdx?

    • untuk mesin Hamada 700cdx belum ada pengalaman hehehe. Mudah2an ada temen2 yang bisa membantu akang :). Maaf ya kang :)

  69. nuhun bro atas pencerahannya….

    • sama2 :) (hehehe lama dibalasnya ya? :) )

  70. kang saya pengen nanya kalo buku tutor percetakan sama cetak fhoto di mug dan bikin idcardnya saya pesen bisa gak? berapa hargana? saya pengen belajar usaha kang..

  71. Punten kang, mau nanya nih saya bikin undangan ukuran 15 cm X 15 cm, saya beli plastik ukuran lebar 15 cm x panjang 25 cm, kok gak bisa masuk ya, berapa sebaiknya beli ukuran plastik untuk undangan seukuran itu? biar gak seureug dan kelonggaran juga… hatur nuhun sebelumnya…

    • bawa langsung undangannya ke toko plastik, ciyus :)

      • hehehe… salahnya saya beli plastik duluan…hehehe..

  72. Assalamualikum… Salam kenal semua…. Terutama buat mas hendri…
    Mas ane mau nanya, cara supaya hasil poil tidak pecah atau putus gmn ea mas. Mohon pencerahannya. (newbie mas), trus ane mau beli mesin plate, bagus nya printer jenis and seri apa ea mas?
    Makasi,

  73. punten kang minta emailnya polar kalo ada

  74. wah ini yang dicari dari tadi. langsung tkp….

  75. selamat pagi kang…ane lagi merintis usaha percetakan. Mohon pencerahan soal langkah mencetak amplop dan yasin. terima kasih responnya dan salam sukses

  76. cara cetak nya mantap…
    thanks bro!

  77. Thans in favor of sharing such a fastidious opinion, post is
    fastidious, thats why i have read it entirely


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: