Menghitung Jumlah Potong Kertas Ukuran Folio & Kuarto dari Ukuran Double Royal

6 Juli 2008 pukul 09:43 | Ditulis dalam Tak Berkategori | 27 Komentar

sumber: kertasgrafis.com

(Disadur bebas dari artikel Iis Superiadi)

Hitunglah berapa lembar yang dihasilkan, jika kertas ukuran Double Royal (650x1000mm) dipotong menjadi ukuran Folio (210x330mm) dan ukuran Kuarto (215x280mm)?

Jawab:
1. Ukuran kertas double royal akan menjadi 9 potong kertas ukuran folio, dengan hitungan sebagai berikut;

1000mm (panjang double royal) : 330mm (panjang folio) = 3 potong
650mm (lebar double royal) : 215mm (lebar folio) = 3 potong
Total potong folio = 3 x 3 = 9 potong

2. Ukuran kertas double royal akan menjadi 10 potong ukuran kuarto, dengan hitungan sebagai berikut:

Panjang double royal (1000mm) dipotong menjadi dua bagian yaitu 560mm dan 440mm, dengan kata lain ada dua bagian potong besar (A) 560x650mm dan (B) 440x650mm;

A. 560x650mm
560mm (lebar kertas A) : 280mm (panjang kuarto) = 2 potong
650mm (panjang kertas A) : 215mm (lebar kuarto) = 3 potong
Total potong dari kertas A = 2×3 = 6 potong

B. 440x650mm
440mm (lebar kertas B) : 215mm (lebar kuarto) = 2 potong
650mm (panjang kertas B) : 280mm (panjang kuarto) = 2 potong
Total potong kertas B = 2×2 = 4 potong

Total akhir kertas ukuran kuarto dari double royal = jumlah total potong kertas A dan B = 10 potong.

Masalah dan Penyebab
Tidak jarang percetakan atau distributor kertas memotong kertas dari ukuran besar (plano) menjadi ukuran kecil (folio) karena alasan utama biaya, mengingat biaya potong yang relatif rendah. Terlebih bila jumlah order kertas HVS (uncoated woodfree) folio dan kuarto relatif kecil atau sedikit, jadi jauh lebih murah mempunyai satu item di gudang inventory. Alasan kedua bila pemakai kertas folio atau kuarto tidak cerewet dan ketat atas mutu, dimana kualitas kertas cetak offset (HVS) dan fotokopi bisa dikompromi. Sudah jamak pula kertas folio dan kuarto digunakan pula untuk cetak offset kecil.

Untuk pelanggan dan pemakai kertas fotokopi dalam jumlah besar, seperti umum ditemukan pada pasar ekspor, kertas kualitas fotokopi harus berbeda dari kertas cetak offset (HVS). Biasanya kertas fotokopi mempuntai moisture lebih rendah 1/2 – 1% dari kertas cetak offset, sehingga praktek potong kertas dari ukuran plano – yang umumnya kualitas offset – ke ukuran folio – yang umumnya kualitas fotokopi – harus dipertimbangkan matang. Kertas offset yang moisturenya lebih tinggi bisa menyebabkan kertas melengkung saat dijalankan di mesin fotokopi, dimana mempunyai tingkat pemanas sampai 220 derajat celcius.

About these ads

27 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

  1. uɐɥʞ ɐnɯǝs ʞıɐq-ʞıɐq
    :p ɥɔıu ɹɐqɐʞ ɐdɐ
    ˙˙˙˙ɐnɯǝs olɐɥ

  2. Tah eta, itung menghitung kertas teh sok meleset wae. Supaya ekonomis mesti ditetapkan sebelumya supaya ga banyak yang kebuang termasuk yang reject-nya. Dari rumus-rumus di atas dapet gambaran deh. Tengkyu u Mr. Dry atas infonya. Bikin juga yah tutorial pra cetak-nya. :=D

  3. nyesel juga pas sekolah dulu males blajar ngitung… ternyata cuma mudal ngitung bisa dapet sesuatu yang lebih, dapet duit, bisa kaya… beramal, peluang masuk surga pun terbuka (amiinn..)

    …he3x kalo mnurut sayah mah nggak usah bingung2, beli bahan (kertas) terus pergi ajah ke tukang potong, pasti dia jauh lebih mengerti daripada kita-kita, he3x..thx ya.. ;)

  4. @ gita: memang tukang potong lebih ngerti, tapi kalau ga ngitung sendiri, beli bahannya berapa banyak coba? hayooooo

  5. to Must Gogon
    he3x iya seh… Kalo saya kadang suka nanya-nya begini, “Mang, kalo kertas ini dipotong ukuran segini jadi berapa lembar ya?”
    “Jadi se-anu Must!”
    “Ok, kalo gitu saya perlu sekian produk dibagi segini berarti se-gitu lembar ya perlunya?”
    “Ya, benar sekali Must!”
    Gitu deh, he3x.. :) Makacih..

  6. Mas Aliya…Bagaimana cara menghitung plano yg terpakai utk cetak paperbag sebanyak 1000 bags? sedangkan artworknya tidak sebesar/seluas paperbag kondisi terbuka. Misal cuma ada tulisan “Hello” seluas 5 x 12 cm saja pd bagian tengah saja.

  7. Buat Avika..
    Wah rupanya Mas Avika jauh lebih berpengalaman dari saya, he3x..
    Untuk ketiga-tiga pertanyaan dari Mas, saya belum ada jawabannya, semoga dalam waktu dekat dapat jawaban dari mana saja ya, dan lebih tepat jawabannya. Atau mungkin bisa dicoba ke kertasgrafis.com Mas, mudah2an orang2 sana ada yang lebih berpengalaman, ok.
    Punteeen banget ya.. terima kasih atas kunjungannya ;)

  8. ngga’lah mas Dry sy masih belum tau apa2 soal cetak- mencetak, taunya cuma teori aja, prakteknya terkadang jauh dr kenyataan. Banyak sekali hal2 di lapangan yg kita tidak bisa dapati di buku. Makanya nih mau nanya2, share, tuker ilmu…hehehe
    Ngomong2 sy suka blog ini…sangat bermanfaat…
    Keep posting !!

  9. He3x Mas Avika mah bisa ajah. Sebenarnya pada intinya bikin blog ini teh biar nambah konsumen ajah, tidak menitikberatkan pada materi. Makanya saya teh sebelum bikin blog ini teh maluuuu banget, setiap ada pertanyaan juga suka diawali dengan kata, “Menurut saya”, artinya memang saya jenis orang yang males baca2 referensi, jadi malu, he3x..
    Btw, makasih banget sudah mo berkunjung dan mengomentari juga bertanya. Saya dengan segenap kerendahan hati mohon maaf atas belum terjawabnya pertanyaan2 dari Mas Avika, he3x. Salam ya buat keluarga ;)

  10. he…
    maap ya mas..
    nanya lagi nich..
    klo motong kertas di toko kertas bisa sampe mm(milimeter ga)
    misalnya mo potong 23.7cm atau 23.8 cm ga bulet kya 23.5
    itu bisa ga mas?

    • @dendit
      memotong kertas, tergantung tujuannya. Misalnya gini, kalau kita ingin menghasilkan ukuran jadinya folio, maka kita harus memotong seukuran folio (21 x 33cm). Nah, kalau berhubungan dengan memotong kertas yang akan digunakan untuk mencetak, lebihkan setiap sisinya min 1.5 cm, atau 1cm juga masih bisa (dari batas sisi desain). Kalau ketakutan, ya 2cm lebih aman, tergantung sisa ukuran kertas, kalau mepet bagaimana, kalau masih leluasa kan bisa kita lebihkan. Soalnya kiri-kanan kertas akan dijepit oleh mesin kalau tidak salah masing2 sekitar 1cm, jadi walaupun di tepinya ada gambar, tidak akan tercetak.
      Lebih aman lagi, setiap kita selesai membuat film, pada saat beli kertasnya tinggal bilang aja sama tukang kertas, “Pak/Bu, kalo ukuran filmnya sekian kali sekian, ukuran kertasnya berapa ya?” Gitu aja Mas, udah deh, gak usah mikir khan? he3x…

      • maap mas penjelasannya ok banget…
        tp maksud saya, klo di toko kertas alat potongnya bisa presisi kelipatan per 0,1 cm ato ngga?
        misalnya saya mau potong kertasnya jadi 2,8cm X 2,7 cm
        karna klo liat penjelasan yg ada kelipatannya kayanya 0,5cm
        he… maap ya mas klo nanya mulu… bener2 pemula nich..
        makasih untuk jawaban sebelumnya…

      • Pada alat pemotong itu ada penggaris permanennya. Operator potong memang secara manual menggeser tumpukan kertas dengan perlahan, karena alat potong kertas saya belum tau kalau sudah ada yang digitalnya. Ya paling toleransi 0.1cm (1mm) sajah mah lumrah :) he3x.

  11. ok mas makasih bngt ya
    udah mo dijawab…
    baru kali ini nich dapet blog yg ngejawab penanya nya
    he…
    makasih ya mas…

    • sama2, salam buat keluarga ya :)

  12. Brarti kalau buat cetak offset jumlah potongannya nggak bisa 9 folio atau 10 kuarto dong? Kan butuh lebihan kertas di sisi-sisinya?

    • kalo misalnya desainnya tidak full ukuran itu gak masalah seh, tidak usah dilebihkan untuk ukuran yang sudah tentu sepertihalnya A4, folio, quarto dll. Atau untuk kertas ukuran tsb bisa saja kena cetak seluruh permukaannya, paling si tintanya melewati kertas, sepertinya tidak masalah, toh kertas yg dijepitnya juga tidak seluruh sisi. Sebagai contoh saya pernah mencetak amplop di mesin besar, tapi gak masalah.
      Ini mungkin sangat teknis, jawaban tepatnya sepertinya ada pada operator mesin neh, he3x.
      Inilah salahsatunya yang saya maksud, bahwa tidak semua bisa berdasarkan teori. Pengalaman lebih bisa menjawab :)
      Mohon maaf ya atas kekurangan saya, hampir di setiap bahasan saya informasikan bahwa saya juga masih dangkaaal pisan, ini mah pura-pura bisa ajah begitu, he3x..
      Nuhun Kang :)

  13. maaf pak saya mau tanya bagaimana cara menentukan harga suatu order, presentasinya itu berapa untuk bahan baku, proses produksi, untuk biaya karyawan/tenaga, dll.

    • ..untuk ke sekian kalinya saya menjawab pertanyaan yg sama, pada intinya saya mohon maaf sebesar2nya, saya terus terang belum tau banget, apakah ini ada teori formilnya atau tidak, saya belum tau. Saya yakin pasti ada ya pak ;)
      Nah, kalo saya beritau teori yang saya pake, wadoh takutnya ‘menyesatkan, he3x.
      Untuk itu sebaiknya mencari buku2 atau referensi yang berkenaan dengan ini. Menurut pribadi saya seh: pada dasarnya semua komponen yang berkaitan dengan proses produksi kita hitung semua. Mengenai prosentase untuk pengeluaran ini itu terus terang saya masih menggunakan ‘rumus pribadi, yang mungkin bahkan dipastikan tidak sama dengan yang orang2 pakai. Yang jelas, setelah komponen dihitung tentu harus ada keuntungan bagi kita sebagai pengelolanya.
      Mohon maaf sekali lagi ya pak, saya masih dangkal he3x.. :)

  14. kalo dlm cm berapa?

    http://hndika.wordpress.com

  15. coba pake aplikasi bikinan saya mas, artikelnya
    disini
    download aplikasinya disini
    ada juga yang buat PDA, download aplikasinya disini

    • alhamdulillah, terima kasih ya bantuannya ;)

  16. mau nanya neh pak…

    apa sih bedanya A4 sama Quarto ??
    bingung….. mau ngerjain Karya ilmiah neh..

    cocoknya karya ilmiah ukuran kertas berapa yah ??

  17. …A4 berukuran 21 x 29,7cm lebih panjang dari quarto yang ukurannya (kalo tidak salah, qeqeqeq) 21,59 x 27,94.
    …kalo karya ilmiah biasanya pake A4. Karya ilmiah biasanya ada aturan khusus dari perguruan tinggi yang bersangkutan.
    …kalo ada permasalahan di penomoran, daftar halaman yang otomatis (di MS Word 2007) Insya qjjl saya siap membantu, kebetulan saya agak sering menemukan pertanyaan sejenis sewaktu mengadakan pelatihan2 di instansi2..
    Nuhun.. ;)

  18. Terimakasih….benyak ilmu yang di dapat dari situs ini, hanya Allah SWT yang dapat membalasnya, Sukron.

  19. ..sama2 Kang, salam buat keluarga :)

  20. Many celebrities have been fascinated with the retro looks of
    these boots, as an example, Oprah, Paris Hilton,
    Pamela Anderson and Kate Hudson etc. Buy cheap UGG boots visit:
    When you are looking at purchasing these boots,
    world-wide-web retailers offer all of them
    with lower prices than those from local sellers.
    Regardless of the items your first options are, UGG Classic Short you can find in the UGG boot.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: